Profil Lalu Muhammad Zohri - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Lalu Muhammad Zohri

Lalu Muhammad Zohri

Lombok, 1 Juli 2000
s/d
Sekarang
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/tokoh/2018/07/16/5b4c5019b6832-lalu-muhammad-zohri-ql_324_116.jpg
Riwayat

Perjuangan Zohri di cabang lari tak sia-sia. Dari daerah pelosok, ia pun menjadi pelari Indonesia tercepat dunia.

Lalu Muhammad Zohri mendadak tenar setelah sukses menyabet medali emas pada perhelatan Kejuaraan Atletik Dunia U-20 2018 yang diselenggarakan di Finlandia. Ia menjadi sprinter 100 meter tercepat di dunia dengan rekor 10.18 detik.
 
Laki-laki yang kerap disapa Zohri ini lahir di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 1 Juli 2000. Ia adalah putra ketiga dari pasangan Saeriah dan Lalu Ahmad. Tapi sayangnya. Kedua orangtua Zohri kini telah tiada.

Ibunya meninggal saat dia masih duduk di bangku SD, sedangkan sang ayah wafat saat dirinya menginjak usia 17 tahun. Zohri pun tinggal di rumah peninggalan kedua orang tuanya.

Semasa hidup, sang ayah selalu mendukung Zohri mengejar mimpinya. Meski pada awalnya Zohri tenggelam karena keraguan untuk terjun ke dunia atlet karena berbagai kecemasan termasuk biaya.

Sebetulnya tentang pendidikan sendiri, Zohri tergolong sebagai anak yang malas. Ia bahkan pernah dijemput oleh gurunya agar mau sekolah dan sempat tidak naik kelas sekali.

Tapi, hal itu justru berbanding terbalik dengan kemampuanya di bidang olahraga. Zohri pertama mendapatkan tawaran untuk mengikuti kejuaraan saat masih sekolah di SMPN 1 Pemenang.

Selama keikutsertaannya dalam olimpiade, Zohri sering menduduki posisi jawara salah satunya yaitu dalam ajang Kejuaraan Nasional U-18 dan U-20 di Stadion Atletik Rawamangun.

Sejak itu, namanya pun mulai dikenal. Zohri berhasil menyelasaikan lari 100 meter dalam hitungan waktu 11.18 detik. 

Seiring berjalannya waktu, kecepatan lari Zohri pun semakin melesat. Dia berhasil mencetak waktu 10.28 detik saat mengikuti Pekan Olahraga Nasonal di Jawa Tengah pada tahun 2017 lalu.

Karena memiliki potensi besar, Johri kemudian dipinang PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia untuk memperkuat Timnas Indonesia untuk bertarung dalam perhelatan Kejuaraan Dunia Remaja di Kenya.

Ia berhasil menyelesaikan lari 200 meter dalam waktu 21.96 detik dan berhasil membawa pulang medali emas.

Zohri yang tergabung dalam Pelatnas di akhir 2017 ini pun berhasil meraih medali perunggu saat tampil dalam test untuk perhelatan Asian Games 2018. Sedangkan atlet yang meraih medali emas kala itu berasal dari Sri Lanka dengan selisih hanya 0.02 detik dengan Zohri.

Pada Kejuaraan Atletik Dunia U-20 2018, tepat usianya 20 tahun, Zohri sukses menjadi sprinter tercepat di dunia dengan rekor 10.18 detik disusul pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison. 

Zohri telah mencetak sejarah baru bagi Indonesia karena dialah pertama kalinya Indonesia berhasil memenangkan kejuaraan ini. Dalam kurun waktu 32 tahun, penampilan terbaik atlet Indonesia adalah meraih posisi ke-8 pada tahun 1986. (AC/DN) (Photo/Antara)
 
KELUARGA
Orangtua            : Lalu Ahmad dan Saeriah 
 
PENDIDIKAN
SDN 1 Pemenang
SMPN 1 Pemenang
 
KARIER
Atletis 
 
PRESTASI
Juara 1 Lari 100 m Kejuaraan Asia Atletik Junior 2018
Juara 1 Lari 100 m Kejuaraan Dunia Atletik Junior 2018