Profil Yusuf Supendi - VIVA
Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

PROFIL

   

S

Yusuf Supendi
15 Mei 1958 - 3 Agustus 2018

PROFIL TOKOH

Nama lengkap

:
Yusuf Supendi

Profesi

:
politikus

Tempat / Tgl Lahir

:
Bogor, 15 Mei 1958

Karya / Prestasi

:

Berbekal ilmu agama dari Arab Saudi, Yusuf Supendi mendirikan gerakan dakwah hingga partai politik. Keluar dari PKS, ia berpindah ke Hanura dan PDIP. Ia wafat pada usia 60 tahun.

Yusuf Supendi dikenal sebagai politikus senior pendiri gerakan Tarbiyah yang kemudian berganti nama menjadi Partai Keadilan yang menjadi cikal bakal PKS saat ini. Selama perjalanan karier politiknya, pria kelahiran 15 Mei 1958 ini pernah bergabung dengan PKS, Hanura, dan PDI Perjuangan.
 
Pria yang dikenal pemberani ini telah memiliki ketertarikan untuk mendalami Islam sejak belajar di Madrasah Ibtidaiyah Ibnu Hajar, Bogor. Ia bahkan berhasil menghafal Alquran hanya dalam waktu 11 bulan.

Yusuf memiliki ingatan yang tajam, ia mampu melalap 4 halaman Alquran sekaligus dalam sehari. Sedangkan santri-santri lainnya rata-rata hanya satu halaman.

Setelah lulus dari pesantren, Yusuf bertekad untuk kuliah di Arab Saudi. Setelah sempat ditolak oleh Dubes KBRI di Arab Saudi karena belum menginjak 19 tahun. Akhirnya pada tahun 1979 ia bisa berkuliah di Universitas Imam Muhammad Ibn Saud Riyadh.

Sekembali dari Arab Saudi, Yusuf bersama Hilmi Aminuddin dan Salim Segaf Al-Jufri mendirikan gerakan Tarbiyah yang kemudian berevolusi menjadi Partai Keadilan Sejahtera.

Sempat menjadi Anggota Dewan Syariah PKS selama 10 tahun, Yusuf dipecat atas tuduhan telah menyelewengkan dana sumbangan dan menggoda istri orang. Hal itu ia ungkapkan dalam buku yang ditulisnya, Yusuf Supendi Menggugat Elite PKS. 

Tentu saja, suami dari Umi Widhiyani ini tidak terima. Ia menggugat tuduhan petinggi PKS itu ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sayangnya, majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Pria yang pernah duduk di Senayan selama 12 tahun ini pun memilih hengkang dari PKS dan bergabung dengan Partai Hati Nurani Rakyat. Namun, pada tahun 2018 ia kembali pindah partai ke PDI Perjuangan dan maju sebagai caleg untuk Pemilu 2019 dengan daerah pemilihan Jabar V.

Namun sayangnya, nasib berkata lain. Pada 3 Agustus 2018, mantan anggota Komisis X DPR RI ini tutup usia akibat serangan jantung. Ia dikebumikan di Jalan Suwuk Indah I, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.  (SC/DN) (Photo/Antara)
 
KELUARGA
Istri                : Umi Widhiyani
Anak                : 5 orang 
 
PENDIDIKAN
Madrasah Ibtidaiyah Ibnu Hajar, Bogor
Pondok Pesantren Darul Falah, Bogor (1971-1976)
Universitas Imam Muhammad Ibn Saud Riyadh, Saudi Arabia (1985)
 
KARIER
Penerjemah Bahasa Arab (1996-1988)
Wakil Direktur Lembaga Bantuan International Saudi Arabia (1991-1992)
Dosen Universitas Ibnu Khaldun Bogor (1986)
Dosen dan Ketua STAIDI Al-Hikmah (1992-2018)
Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Anggota Dewan Syariah PKS (2000-2010)
Anggota Komisi III DPR RI
Anggota Komisi X DPR RI
Badan Legislasi DPR RI
Anggota Partai Hati Nurani Rakyat (2013-2018)
Anggota PDI Perjuangan (2018)
 
PENGHARGAAN
Penghargaan sebagai Aktivis kemahasiswaan Universitas Imam Muhammad Ibn Saudi Arabia (1985)