Utusan Al-Azhar, Syekh Ahmad: Anak Yatim Tanggungjawab Semua Muslim - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Senin, 27 Mei 2019 | 11:00 WIB

Utusan Al-Azhar, Syekh Ahmad: Anak Yatim Tanggungjawab Semua Muslim

"Setidaknya kita bantu dengan materi, sodaqoh untuk mereka."
Syekh Ahmad 'Ishom Abdul Jayyid At-Tamadi dalam tausiahnya, di Jakarta, malam ahad (25/5/2019).
Photo :

Syekh Ahmad 'Ishom Abdul Jayyid At-Tamadi dalam tausiahnya, di Jakarta, malam ahad (25/5/2019).

VIVA –  Tak hanya tanggungjawab ibunya saja, anak yatim yang ditinggal wafat bapaknya dan piatu yang ditinggal wafat kedua orang tuanya juga merupakan tanggungjawab seluruh umat Islam. 

"Jadi jangan disiasiakan anak yatim, jangan dibiarkan hanya ibunya yang mengurus mereka. Setidaknya kita bantu dengan materi, sodaqoh untuk mereka. Kita berdosa jika ada tetangga kita yang yatim dan dia hidupnya susah," pesan Syekh Ahmad 'Ishom Abdul Jayyid At-Tamadi dalam tausiahnya, di Jakarta, malam ahad (25/5/2019).

Utusan dari Al-Azhar As Syarif, Kairo Mesir ini berkesempatan hadir dan memberikan tausiah dalam santunan anak yatim dan berbuka bersama yang dilaksanakan di Musholla Al - Garuda, Jl. Anggrek Garuda V Blok G, Kelurahan Kemanggisan, Jakarta Barat.

Islam, jelas Syekh Ahmad 'Ishom At-Tamadi, mengajarkan bahwa sesama muslim adalah bersaudara. Bersaudara bagaikan satu bagian tubuh, bilamana yang satu sakit maka sakitlah seluruh tubuh. Jadi sesama saudara tidak boleh menunggu saudaranya butuh apa.

"Tapi menawarkan anda butuh apa dari saya. Menawarkan apa yang dibutuhkan saudaranya, Rosullullah Muhammad SAW sudah memberi contoh bagaimana harta beliau pernah diminta oleh seoarang badui. Apa yang dimintanya pasti diberi selama itu dimiliki rosullullah," ungkap Syekh Ahmad.

Di bulan Ramadan ini, pesan Syekh Ahmad 'Ishom, merupakan kesempatan untuk meningkatkan amal ibadah. Termasuk untuk bersodaqoh, seperti memberi makan orang yang berbuka puasa. Di Kairo, Mesir, jelas Syekh, setiap kampung menyiapkan bingkisan berisi roti, air minum, biskuit dan kurma. Mereka menghentikan para musafir untuk diberikan bingkisan tersebut.

"Bagaimanapun caranya meminta agar musafir tersebut menerima bingkisan dari mereka. Bulan Ramadan di Mesir menjadi ladang sodaqoh orang kaya di sana. Mereka menyiapkan makanan untuk berbuka puasa gratis di sepanjang jalan," tuturnya. 

Topik
loading...
Muat Lainnya...