Bahaya Kawin Kontrak dengan WNA, Begini Perspektif Hukum Indonesia | Halaman 2

Bahaya Kawin Kontrak dengan WNA, Begini Perspektif Hukum Indonesia

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 12:35 WIB
Sampai saat ini terdapat 13 WNI yang berada pada Shelter Beijing.
Dialog Interaktif : Bahaya Kawin Kontrak Wanita Indonesia Dengan WNA dari Perspektif Hukum Indonesia.
Photo :

Dialog Interaktif : Bahaya Kawin Kontrak Wanita Indonesia Dengan WNA dari Perspektif Hukum Indonesia.

Reskrimum Polda Kalbar, Veris Septiansyah serta narasumber dari akademisi Dekan Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak, Sy. Hasyim Azizurrahman. Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Yanis menyampaikan tentang masalah Kasus Pengantin Pesanan atau Cross Country Marriage/Mix Marriage.

KBRI Beijing mempunyai 10 WNI yang menikah dengan WNA Tiongkok dari Provinsi Henan, 7 orang WNI saat ini berada di penempatan sementara KBRI Beijing sedangkan 3 orang WNI masih tinggal dengan suaminya masing-masing di Provinsi Henan. Sampai saat ini terdapat 13 (tiga belas) WNI yang berada pada Shelter KBRI Beijing.

Tim menyampaikan apabila proses perceraian terkendala maka dapat dipilih opsi deportasi dengan metode “voluntary departure” dan proses administrasi cerai dapat dilakukan secara inabsentia / pihak pemerintah meminta agar perceraian dilakukan sebelum WNI tersebut dipulangkan ke Indonesia. Terdapat berbagai alasan terjadinya perceraian, salah satunya adalah tidak diperbolehkan nya WNI untuk pulang ke Indonesia.

Berita Terkait :