Kisah Mantri BRI yang Tak Gentar Edukasi Nasabah dan Salurkan KUR | Halaman 2

Kisah Mantri BRI yang Tak Gentar Edukasi Nasabah dan Salurkan KUR

Jumat, 3 Juli 2020 | 12:08 WIB
Agar lebih paham produk dan layanan keuangan dan restruktur pinjaman.
Gedung BRI.
Photo :

Gedung BRI.

“Misalnya menawarkan restrukturisasi, istilahnya kita bantu buat agar catatan reputasi nasabah itu tetap bagus. Kalau kita tidak bisa masuk kan otomatis kita tidak bisa menyampaikan itu. Jadi kita istilahnya bertemu perangkatnya, RT/RW seperti itu agar bisa masuk. Yang tadinya tinggal masuk saja, kita jadi harus ke sana ke sini dulu,” kata Dewi.

Ia juga menambahkan setiap bertugas turun ke lapangan tetap dengan menjalankan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, membawa hand sanitizer dan jaga jarak (physical distancing). 

“Kita juga aktif melakukan sosialisasi dengan masyarakat. Jadi misalnya kita ke nasabah A, nasabah A itu punya relasi B C D E. Nanti yang B C D E kita beri sosialisasi pinjaman. Kenal si A atau B gak? Kerjaannya apa,” Dewi mencotohkan. 

Sebagai seorang Mantri BRI, Dewi mengakui dalam penyaluran KUR sangat membantu masyarakat. “Bunganya rendah berkat disubsidi oleh pemerintah, sehingga meringankan masyarakat atas angsurannya selain itu tidak ada biaya apapun, biaya administrasi itu tidak ada,” imbuhnya. 

Dewi yang menjadi Mantri BRI sejak Januari lalu mengakui pengalamannya sebagai customer service selama 3 tahun dan teller 2 tahun, menjadi bekal dirinya menekuni profesinya saat ini. Pengalaman itu membuat Dewi sudah terlatih menghadapi nasabah, banyak tantangan yang dihadapi saat melakukan penyaluran kredit. Seperti kondisi lokasi tempat tinggal nasabah yang jauh, dari desa ke desa.

Berita Terkait :