Atlet Angkat Besi Disuplai Daging Sapi 20 Kilo/Pekan

Dubes Australia, Paul Grigson (Kiri) dan atlet angkat besi Indonesia
Sumber :

VIVA.co.id – Nutrisi Tim Olimpiade angkat besi Indonesia akan terpenuhi dengan baik, setelah Persatuan Angkat Berat, Binaraga dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) bekerjasama dengan perusahaan daging asal Australia, Elders. Manajer Tim Olimpiade PABBSI, Alamsyah Wijaya mengatakan, daging sapi dari Australia tersebut akan menjadi bahan penting dalam strategi kemenangan tim Indonesia. Atlet-atlet angkat besi Indonesia telah meraih hasil yang positif dalam Olimpiade London 2012, dengan membawa pulang tiga medali perak dan lima medali perunggu. 

Olimpiade Brasil Aman dari Ancaman Teror?

Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), Lukman Niode mengatakan, pihak produsen daging sapi dari Australia itu akan menyuplai nutrisi untuk atlet Indonesia dalam rangka persiapan olimpiade. Lukman menambahkan, nutrisi sangat penting atlet dalam persiapan Olimpide Brasil 2016.

"Mereka akan memberikan daging sapi 20 kg/minggu untuk para atlet. Semoga kerja sama ini tidak hanya di angkat besi saja, tapi bisa ke cabang-cabang olahraga lainnya. Semoga bisa terwujud," kata Lukman dalam acara perayaan kerjasama PABBSI dan Elder di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Selasa 3 Mei 2016.     

KOI Masih Cari Dana Tambahan untuk Olimpiade 2016

Sementara itu, Dubes Australia Paul Grigson mengatakan, kerja sama ini cukup penting baik untuk Australia dan Indonesia. Ia menambahkan, kami ingin mendukung atlet Indonesia, terutama angkat besi. 

"Ini akan membawa aspek yang penting untuk Australia dan Indonesia. Semoga tim Olimpiade Indonesia akan meraih hasil yang positif. Nutrisi atlet Indonesia akan terpenuhi, sehingga akan membangun ketahanan dan kekuatan atlet," ujar Grigson di kesempatan yang sama. 

Legenda Brasil Sebut Olimpiade Rio 2016 Berbahaya
Pasangan ganda putri Indonesia, Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii

Rexy Mainaky: Pemain Tak Boleh Banyak Alasan Hadapi Tekanan

"Memang harus ada perubahan sedikit dalam persiapan Olimpiade."

img_title
VIVA.co.id
7 Juni 2016