Gas Elpiji 12 Kg

Pemerintah Pelajari Usulan Kenaikan Harga Gas

VIVAnews - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan pihaknya masih harus mempelajari usulan kenaikan harga gas 12 kilogram (Kg).

"Saya cek dulu laporannya, kemungkinan sudah ada suratnya.  Saya belum tahu suratnya bagaimana, saya dengar dari Menteri Negara BUMN karena urusan korporasi," ujar Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi, dan Telekomunikasi Kementerian BUMN Sahala Lumban Gaol di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2010.

Sahala memperkirakan, usulan kenaikan harga gas tersebut kemungkinan disebabkan harga yang berlaku saat ini dianggap terlalu rendah. Alasan lain kemungkinan akibat harga gas yang tidak memperoleh subsidi dari pemerintah, sehingga perusahaan tidak tahu cara untuk meng-cover kekurangan harga tersebut.

Menurut Sahala, pihaknya akan mempelajari seksama usulan kenaikan harga gas 12 Kg. Sebab, persoalan tersebut menyangkut  banyak pertimbangan yang harus dikaji seperti  kondisi ekonomi dan kondisi perusahaan.  "Kami akan pelajari apakah menyetujui atau tidak. Ini tidak sesederhana yg dipikirkan," ujar dia.

Masalah kenaikan harga gas, dia menambahkan, berbeda dengan keputusan pemerintah menaikkan sumbangan setoran dividen BUMN tahun ini. "Masalah dividen berbeda dengan kebijakan harga. Biasanya ini adalah keputusan manajemen untuk menaikan harga dan itu business to business," ujarnya.


antique.putra@vivanews.com

Pabrik Super Canggih Xiaomi Bikin Mobil Listrik Tiap 76 Detik
Kemenkominfo mengadakan kegiatan Chip In

Tiket Keliling Nusantara: Hanya Dengan Konten Saja!

Tingkat indeks literasi digital tersebut belum dapat menjamin jika seluruh masyarakat dapat memaksimalkan pembuatan konten di media sosial.

img_title
VIVA.co.id
5 Mei 2024