Menyiasati Waktu saat Terpaksa Harus Bekerja di Rumah | Halaman 2

Menyiasati Waktu saat Terpaksa Harus Bekerja di Rumah

Senin, 13 Juli 2020 | 18:39 WIB
Berjuang di rumah di tengah Pandemi COVID-19.
Menulis dan mengumpulkan tulisan tercecer untuk persiapan jadi buku (foto.dok Nur Terbit)
Photo :
  • vstory

Menulis dan mengumpulkan tulisan tercecer untuk persiapan jadi buku (foto.dok Nur Terbit)

Tapi sejak virus Corona merebak, membuat semuanya "ambyaaar". Program numpang WiFi gratis ikut jadi "buyar". Cafe dan mal banyak ditutup. Petugas pun mengusir mereka yang berkumpul.

Lalu, khusus di Ibukota Jakarta, terhitung Jumat 10 April 2020, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pun diberlakukan.

Maka lengkaplah sudah derita kami. Tidak bisa keluar rumah. Tidak boleh mudik. Semua kegiatan sosial keagamaan, untuk sementara dihentikan. Boleh dilakukan asal di rumah saja. Semua dari rumah.

Ya Rabb. Semoga Corona cepat berlalu. Kita semua diminta bersatu melawan virus mematikan dari Wuhan Cina ini. Doa dan ibadah juga harus lebih ditingkatkan. Allah senantiasa akan melindungi dan menyayangi hamba-Nya. Aamiin.

EFEK BERDIAM DI RUMAH

Sungguh. Ini serius. Makin lama berdiam di rumah, makin tambah stres dan was-was. Hanya bisa berjemur diri di pagi hari, atau nonton sinetron di TV. Sesekali terdengar "hiburan" lain, dari bunyi serine dan kerlap-kerlip lampu dari mobil ambulans masuk kompleks. Mencekam.

Pintu gerbang di kompleks perumahan, juga ditutup rapat. Hanya ada satu pintu yang dibuka untuk keluar-masuk. Petugas keamanan pun berjaga-jaga, sambil sesekali pula mencuci tangannya. Untuk penangkal virus, katanya.

Tiba-tiba saya merasa diawasi, seolah seperti menjaga seorang publik figur, pejabat, tokoh partai, atau selebriti yang tinggal di perumahan elit. Penjagaan keamanan terasa lebih diperketat.

Ya, sesuatu yang berbeda saya rasakan seperti selama ini. Berbeda jauh ketika motor saya, dan juga motor-motor tetangga -- yang diparkir di teras rumah dengan kunci tambahan -- raib digondol maling. Padahal itu motor kredit, baru dicicil 2-3 bulan berjalan. Geram rasanya.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

Berita Terkait :
Saksikan Juga