Kampusku, Wabah Rayap Kebodohan
Senin, 9 September 2019 | 14:08 WIB

Kampusku, Wabah Rayap Kebodohan

Saya ingin menyuarakan sebuah ironi atas terbentuknya sekat-sekat sosial.
“Jangan merasa baik. Karena sejatinya dirimu dipenuhi dengan begitu banyak aib.”
Photo :
  • vstory

“Jangan merasa baik. Karena sejatinya dirimu dipenuhi dengan begitu banyak aib.”

VIVA.co.id - Selamat malam waktu Indonesia bagian Semarang! Kata orang, kampusku adalah kampus yang nyaman. Sebuah kampus pergerakan dan pendidikan di mana banyak orang yang merelakan para sosok terkasihnya merantau dan mengenyam pendidikan di kampus ini.

Tempat di mana kearifan lokal masih bisa hidup di tengah-tengah terpaan pembangunan yang kian menjadi. Sebuah komunitas sosial yang mampu menahan perkembangan zaman sehingga lajunya menjadi tidak semasif dan seliberal beberapa kampus di ibu kota Republik ini.

Suatu wilayah, yang bagi kebanyakan kaum urban mengatakan bahwa waktu tidaklah berdetak di kampus ini. Sedangkan bagi saya, kampusku adalah sebuah tempat yang saya sebut sebagai, ‘rumah’.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

Topik
loading...