Mungkinkah Menekan Pertumbuhan Perokok? - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Selasa, 10 September 2019 | 12:46 WIB

Mungkinkah Menekan Pertumbuhan Perokok?

Harus dicoba cara lain untuk menghambat laju pertumbuhan perokok.
Stop merokok.
Photo :
  • vstory

Stop merokok.

VIVA.co.id - Mumpung lagi ramai akibat keputusan KPAI yang meminta audisi umum Persatuan Bulutangkis Djarum dihentikan karena dinilai mengeksplotasi anak. Soal rokok, fatwa haram MUI tentang rokok saja dianggap angin lalu oleh umat Islam. Apalagi himbauan lain.

Mungkin baik dicoba cara lain untuk menghambat laju pertumbuhan perokok, terutama di usia remaja. Sebaiknya aturan pemerintah yang mengatur sanksi tegas terkait hal itu.

Misalnya, BPJS dan perusahaan asuransi mengeluarkan penyakit yang bersumber dari rokok atau nikotin dari tanggungannya. Kedua, perusahaan-perusahaan tidak menanggung biaya pengobatan karyawannya yang bersumber dari rokok atau nikotin. Atau sedari awal, perusahaan tidak menerima karyawan yang perokok.

Selain itu, lembaga pendidikan lebih tegas lagi kepada anak didiknya yang mulai mencoba dan atau sudah menjadi perokok aktif dengan mengeluarkan siswa tersebut dari sekolah. Atau si siswa tidak dapat lagi menggunakan berbagai fasilitas pemerintah, seperti kartu-kartu itu dan sebagainya.

Di pihak lain, pemerintah menekan perusahaan rokok untuk membeli tembakau petani di atas biaya produksi. Agar petani tidak dirugikan. Tetap diuntungkan setiap panen.
Jadi kebijakan yang tujuannya menghambat pertumbuhan jumlah perokok.

Di sisi lain, pemerintah setiap tahun menaikkan cukai rokok untuk menambah pendapatan negara dari sektor pajak. Jadi, wajar juga perusahaan rokok mencari 'lubang' untuk terus promosi untuk meningkatkan penjualan. Jelas-jelas ini jual penyakit. Kok malah target pajaknya dinaikkan terus. Semuanya kembali kepada pemerintah dan masyarakat itu sendiri.

(Penulis Lalu Mara Satriawangsa, Politisi Golkar)

Saksikan Juga

Kebakaran di Jambi dan Riau Terus Meluas, Pelaku Tertangkap

TVONE SPORT - 39 menit lalu
Topik
loading...
Muat Lainnya...