Upaya Pemerintah Ringankan Biaya Pendidikan

Upaya Pemerintah Ringankan Biaya Pendidikan

Jumat, 3 Juli 2020 | 11:46 WIB
Tak hanya di sektor ekonomi, sektor pendidikan pun turut merasakan dampak Covid-19.
Biaya Kuliah Sangat Mencekik di Masa Wabah COVID-19
Photo :
  • vstory

Biaya Kuliah Sangat Mencekik di Masa Wabah COVID-19

VIVA – Selama ini, dampak penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) memang dirasakan semua lapisan masyarakat. Mereka yang ekonominya stabil saja turut merasakan bagaimana susahnya bertahan hidup di masa pandemi, apalagi masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah.

Beruntung pemerintah turut andil membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19 dengan memberikan bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat.

Tak hanya di sektor ekonomi, sektor pendidikan pun turut merasakan dampak virus yang menyebar begitu masif sejak akhir 2019 lalu. Hal ini dirasakan oleh hampir semua orangtua yang anak-anaknya masih mengenyam pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi.

Dampak tersebut tak hanya dirasakan orangtua yang anaknya kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTS), tetapi juga mereka yang anaknya mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi Swasta (PTS), yang biaya kuliahnya lebih besar.

Dalam jurnal Statistik Pendidikan Tinggi (2018) yang diterbitkan Pusdatin Kemenristekdikti dijelaskan bahwa, jumlah PTS di Indonesia lebih besar daripada PTN. Jumlah mahasiswa pun lebih banyak di PTS daripada PTN. Dari segi biaya pendidikan, PTS lebih besar karena operasional kampus dan gaji dosen tidak ditanggung pemerintah.

Sementara, secara umum perguruan tinggi negeri 40 persen biaya pendidikan ditanggung oleh negara, seperti gaji dosen dan operasional kampus. Sisanya berasal dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa dan sumber lain yang sah. Sedangkan PTS, 95 persen biaya operasionalnya berasal dari uang kuliah mahasiswa.

Pendidikan untuk Semua Warga Indonesia

Semua rakyat Indonesia berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Karena itu, pemerintah sudah seharusnya untuk membantu meringankan beban biaya pendidikan di Indonesia yang terbilang tinggi.

Saat masa wabah Covid-19, banyak rakyat menjerit karena lesunya laju roda perekonomian yang menghambat stabilitas kehidupan, termasuk biaya pendidikan yang begitu mencekik di masa pandemi. Sementara kebutuhan-kebutuhan pokok pun melambung tinggi sehingga masyarakat harus bisa mengatur keuangan dengan baik untuk bisa tetap bertahan di tengah kondisi wabah yang tak kunjung usai.

Dilansir dari laman kemdikbud.go.id (19/6), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan tiga kebijakan untuk mendukung mahasiswa dan satuan pendidikan yang terdampak pandemi Covid-19 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menjelaskan, kebijakan pertama dan kedua terkait dukungan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan  Dana Bantuan UKT mahasiswa, sementara kebijakan ketiga menyangkut Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan BOS Kinerja.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

Topik