Upaya Pemerintah Ringankan Biaya Pendidikan | Halaman 2

Upaya Pemerintah Ringankan Biaya Pendidikan

Jumat, 3 Juli 2020 | 11:46 WIB
Tak hanya di sektor ekonomi, sektor pendidikan pun turut merasakan dampak Covid-19.
Biaya Kuliah Sangat Mencekik di Masa Wabah COVID-19
Photo :
  • vstory

Biaya Kuliah Sangat Mencekik di Masa Wabah COVID-19

Dalam Siaran Pers Kemendikbud  Nomor: 142/Sipres/A6/VI/2020, Mendikbud menjelaskan, pihaknya akan terus berkomitmen menghadirkan akses pada layanan pendidikan.

Beberapa penyesuaian kebijakan dilakukan untuk mendukung mahasiswa dan satuan pendidikan agar tetap memperoleh hak dan menjalankan layanan pendidikan secara optimal.

Jangan sampai dampak covid-19 menyebabkan tingginya angka putus sekolah atau mahasiswa yang drop out dengan alasan biaya kuliah yang mahal. Nadiem menegaskan, berbagai dukungan tersebut dibuat setelah Kemendikbud melakukan kajian dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk merumuskan kebijakan terbaik.

Untuk itu, Kemendikbud mengatur mekanisme penyesuaian UKT melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 25 tahun 2020 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi pada Perguruan Tinggi Negeri di lingkungan Kemendikbud. Peraturan ini bertujuan memberikan keringanan UKT bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri yang menghadapi kendala finansial selama pandemi Covid-19. 

Terdapat empat arahan kebijakan baru yang diatur dalam Permendikbud tersebut yaitu: Pertama, UKT dapat disesuaikan untuk mahasiswa yang keluarganya mengalami kendala finansial akibat pandemi Covid-19.

Kedua, mahasiswa tidak wajib membayar UKT jika sedang cuti kuliah atau tidak mengambil satuan kredit semester (SKS) sama sekali (misalnya: menunggu kelulusan).

Ketiga, pemimpin perguruan tinggi dapat memberikan keringanan UKT dan/atau memberlakuan UKT baru terhadap mahasiswa.

Keempat, mahasiswa di masa akhir kuliah membayar paling tinggi 50% UKT jika mengambil ?6 SKS: Semester 9 bagi mahasiswa program sarjana dan sarjana terapan (S1, D4)  dan Semester 7 bagi mahasiswa program diploma tiga (D3).

Mendikbud berharap, melalui kebijakan ini diharapkan mahasiswa mendapatkan berbagai manfaat, yaitu, keberlanjutan kuliah tidak terganggu selama pandemi, hemat biaya saat tidak menikmati fasilitas dan layanan kampus, fleksibilitas untuk mengajukan keringanan UKT, dan penghematan di masa akhir kuliah.

KIP dan Kebijakan Penyesuaian UKT

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

Berita Terkait :
Topik
Saksikan Juga