Catatan Ringan: Anjas Asmara Dukung Penuh Shin Tae-yong

Catatan Ringan: Anjas Asmara Dukung Penuh Shin Tae-yong

Minggu, 5 Juli 2020 | 07:05 WIB
Anjas Asmara prihatin dengan kondisi dengan Timnas.
Lalu Mara Satriawangsa bersama salah satu legenda sepakbola nasional Anjas Asmara.
Photo :
  • vstory

Lalu Mara Satriawangsa bersama salah satu legenda sepakbola nasional Anjas Asmara.

VIVA - Anjas Asmara adalah salah satu legenda sepakbola nasional. Sepanjang kariernya sebagai pemain, Anjas adalah salah satu generasi emas yang timnas PSSI era 1970-an. Penggemar sepakbola nasional pasti akan terkenang satu hal terkait Anjas Asmara. Kenangan pahit memang. Pahit bagi dirinya, juga pahit bagi seluruh rakyat Indonesia baik yang menyaksikan langsung laga timnas PSSI melawan Korea Utara di Stadion Gelora Bung Karno maupun melalui siaran langsung RRI dan TVRI pada 26 Pebruari 1976.

Kala itu, Anjas Asmara gagal sebagai penendang ke lima saat adu pinalti melawan Korea Utara membuat timnas Indonesia gagal berlaga pada Olimpiade Montreal tahun 1976. Penulis tak akan membahas kenangan pahit tersebut, mengingat hal itu akan menyiksa Anjas Asmara. Selain itu, penulis tak menyaksikan langsung jalannya pertandingan tersebut.

Suatu siang penulis makan siang di Kawasan Menteng. Tiba-tiba Anjas Asmara mendekati penulis dan langsung menyampaikan, bahwa dirinya setuju dengan pernyataan penulis terkait Indra Sjafri yang saat ini menjabat Direktur Teknis PSSI. Penulis sendiri beberapa waktu lalu mengkritik Indra Sjafri yang secara vulgar menyerang pelatih timnas PSSI asal Korea Selatan Shin Tae-yong melalui media.

“Indra Sjafri memang tak pantas melakukan hal itu. Dia dan kita semua harus respek kepada Shin Tae-yong yang memiliki rekam jejak baik sebagai pemain dan pelatih jauh di atas Indra maupun Yeyen Tumena,” kata Anjas yang pernah merasakan sentuhan pelagtih Tony Poganic (Yugoslavia), Wiel Coerver (Belanda), dan Marek Janota (Polandia).

Selanjutnya, Anjas mengutarakan kegalauannya. Menurutnya, perhatian dan dukungan Presiden Jokowi kepada sepakbola nasional harus dimanfaatkan secara sungguh-sungguh oleh PSSI. Dan untuk membalas perhatian dan dukung Presiden Jokowi, PSSI harus bisa memberikan prestasi.

Menurut Anjas, seluruh pemangku kepentingan di cabang sepakbola harus mendukung pelatih timnas Shin Tae-yong dalam menyusun timnas yang akan berlaga pada Piala Dunia U-20 tahun 2021 yang akan datang. Dan, Anjas memuji sikap Presiden Jokowi yang mendukung di mana saja timnas menjalani pemusatan latihan (pelatnas).

“Pelatnas di Korea Selatan seperti yang diminta Shin Tae-yong menurut saya benar. Karena di sana timnas U-20 bisa memperoleh lawan tanding yang levelnya tak jauh berbeda dengan lawan yang akan dihadapi di Piala Dunia U-20 nanti. PSSI harus mendukung, apalagi Presiden Jokowi juga mendukung timnas mau latihan di mana saja,” jelas Anjas yang juga tercatat sebagai pendukung berat Presiden Jokowi saat pilpres tahun lalu.

Sebagai mantan bintang timnas PSSI, Anjas sedih melihat posisi Indonesia dalam rangking FIFA yang berada di posisi 173. Peringkat Indonesia masih berada di bawah tim-tim asal Asia Tenggara lainnya, seperti Vietnam, Thailand, Filipina, Myanmar, Malaysia, dan Singapura.

Vietnam bercokol di peringkat ke-94,Thailand menghuni peringkat 113, Filipina urutan ke-124 dan Myanmar urutan ke-136. Sedangkan Malaysia berada di posisi ke-154, dan Singapura di urutan ke-157. “Saya sedih sekali melihat ranking FIFA. Dulu timnas Indonesia menjadi tujuan bagi tim-tim kuat Eropa dan Amerika Latin untuk melakukan uji coba. Mereka tidak datang ke Jepang atau ke Korea Selatan, tapi ke Jakarta untuk bertandingan melawan timnas PSSI,” kenang Anjas.

Karena itu, Anjas berharap ajang Piala Dunia U-20 bisa menjadi momentum kebangkitan timnas PSSI. Dan oleh karena itu, Anjas mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung pelatih Shin Tae-yong dalam membangun timnas yang kuat dan disegani oleh tim mana pun di dunia.

“Kita harus percaya dan mendukung pelatih timnas. Hal yang sama juga dilakukan pengurus PSSI di era saya saat sebagai pemain. Mereka semua mendukung penuh pelatih dalam mepersiapkan timnas. Dan menurut saya dalam menghadapi Piala Dunia U-20, TC jangka panjang yang mendekati ideal.”

Saat ditanya, apakah pantas Indra Sjafri menjabat Direktur Teknis PSSI? “Tidak. Sebagai pemain dia tidak pernah memperkuat timnas dan tidak pernah merasakan pertandingan besar. Direktur teknis itu harus punya pengalaman seperti itu. Harusnya syarat untuk posisi Dirtek pernah merasakan pertadingan besar,” ungkap Anjas Asmara. “Inilah salah satu penyebab kemerosotan prestasi timnas, Direktur Teknis selama ini dijabat oleh orang yang tak pernah merasakan partai besar.”

Dan sebagai mantan pemain timnas dan rakyat Indonesia apa harapannya? “Saya ucapkan terimakasih kepada Presiden Jokowi yang sangat perhatian dan mendukung timnas Indonesia. Saya ingin timnas Indonesia disegenai kembali. Peringkat FIFA Indonesia di atas seluruh negara ASEAN. Saya ingin tim-tim kuat sepakbola dunia datang ke Jakarta untuk beruji coba dengan timnas PSSI. Itu saja.” (Lalu Mara Satriawangsa)

 

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

Berita Terkait :
Topik
Saksikan Juga