Etika Jurnalistik; Mengklarifikasi Sumber Berita dalam Islam.

Etika Jurnalistik; Mengklarifikasi Sumber Berita dalam Islam.

Jumat, 18 September 2020 | 10:37 WIB
Oleh :
Islam juga mengajarkan dasar-dasar jurnalistik.
tabayyun
Photo :
  • vstory

tabayyun

VIVA – Sumber berita secara umum digunakan untuk menggali kebenaran suatu peristiwa. Sumber berita bisa diambil dari dokumen, catatan, kliping, buku, dan juga saksi mata.

Istilah saksi mata digunakan karena jurnalis tidak berada di tempat saat peristiwa tersebut terjadi. Berbeda dengan dokumen atau catatan, saksi mata lebih banyak kekurangannya.

Bisa saja terjadi pengakuan yang tidak tepat karena ada kepentingan pribadi atau kelompok pada kejadian tersebut. Oleh karena itu, mengklarifikasi sumber berita menjadi hal yang sangat penting.

Dalam buku Reporting and Writing, Melvin Mencher seperti dikutip Luwi dalam Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar (2005) menyatakan bahwa manusia terkadang kurang dapat dipercaya dan akurat dibandingkan sumber-sumber seperti dokumen, catatan, referensi dsb.

Dalam hal ini, wartawan harus benar-benar mencari narasumber atau saksi mata yang layak dan memenuhi syarat bicara. Sebab karakter manusia juga berbeda-beda. Ada yang tidak amanah dan tidak jujur dalam berkata namun ada juga yang sebaliknya. Oleh karena itu, "tebang pilih" dalam dunia jurnalisme diperlukan.

Memvalidasi informasi yang didapat mesti melalui tahapan cross check dan klarifikasi. Dalam islam dikenal dengan istilah tabayyun. Tabayyun berasal dari kata tabayyana, yatabayyanu, tabayyunan yang berarti mencari kejelasan.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

Berita Terkait :
Topik
Saksikan Juga
Artikel Terpopuler