alexa Etika Jurnalistik; Mengklarifikasi Sumber Berita dalam Islam. | Halaman 2

Etika Jurnalistik; Mengklarifikasi Sumber Berita dalam Islam.

Jumat, 18 September 2020 | 10:37 WIB
Oleh :
Islam juga mengajarkan dasar-dasar jurnalistik.
tabayyun
Photo :
  • vstory

tabayyun

Imam ath-Thabari memaknainya: “Endapkanlah dulu sampai kalian mengetahui kebenarannya, jangan terburu-buru menerimanya". Syaikh al-Jazâ`iri mengatakan, artinya, telitilah kembali sebelum kalian berkata, berbuat atau memvonis.

Allah berfirman: Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu. Q.S Al-Hujurat [49] : 6

Meskipun asbab an-nuzul ayat ini menceritakan tentang al-Walid yang datang dengan membawa berita palsu kepada Rasulullah, namun bisa diambil pelajarannya secara umum menggunakan kaidah al-ibrah bi umum al-lafdzi la bi khusus al-sabab.

Artinya dapat diambil pelajaran bukan karena khususnya sebab (asbab an-nuzul ayat) tapi karena umumnya lafadz. Dengan demikian, jelas Allah memerintahkan cross check pada setiap peristiwa, informasi, dan berita yang ada.

Dewasa ini, banyak sekali berita-berita fitnah yang tidak sesuai dengan kebenaran dipublikasikan oleh media-media nasional. Media sering kali kehilangan independensinya ketika sudah bersentuhan dengan uang dan kekuasaan.

Juga banyak media yang tidak profesional dengan tidak melakukan proses tabayyun terhadap sebuah berita. Sikap tidak bertanggung jawab terhadap sebuah berita yang dipublikasikan juga banyak kita temukan.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

Berita Terkait :
Topik
Saksikan Juga
cf-analytic