alexa Kasus Mutilasi, Ini Pengalaman Wartawan Kriminal (1) | Halaman 2

Kasus Mutilasi, Ini Pengalaman Wartawan Kriminal (1)

Jumat, 18 September 2020 | 17:06 WIB
Kasus mutilasi kembali menghiasi pemberitaan media pekan ini.
Suasana jumpa pers (foto : dok Nur Terbit)
Photo :
  • vstory

Suasana jumpa pers (foto : dok Nur Terbit)

Tempat Kejadian Perkara (TKP) ini (sekitar 1980-an) di sebuah persawahan di Kabupaten Bone. Juga tak terungkap hingga kini siapa korbannya. Tapi anehnya, pelakunya temukan dan dihukum penjara. Dia oknum polisi bermotif cinta segitiga.

Ketika hijrah ke Jakarta dan ditugaskan meliput berita-berita kriminal, juga dihadapkan dengan peristiwa yang jauh lebih sadis. Modus operandi yang canggih hingga memusingkan penyidik untuk mengungkapkannya.

Sebagai wartawan baru di Ibukota yang belum lama "naik status" dari wartawan daerah ke reporter kota metropolitan, kaget juga dihadapkan tugas liputan kriminal yang lebih menantang.

Ada kasus mayat terpotong 13, pembunuhan Ibu Guru Ny Diah, penembakan peragawati Dice (Pak De Sirajuddin), Arie Anggara yang tewas disiksa ayahnya, pembunuhan pelukis Basuki Abdullah dan lain-lain.

Sedikit informasi, Ny Diah adalah seorang ibu guru, dia dibunuh lalu dimutilasi oleh suaminya sendiri di rumahnya di kawasan Jatinegara Jakarta Timur. Mayatnya dimasukkan ke dalam karung, diangkut menggunakan sepeda motor.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

Berita Terkait :
Topik
Saksikan Juga
cf-analytic