alexa Kasus Mutilasi, Ini Pengalaman Wartawan Kriminal (2) | Halaman 2

Kasus Mutilasi, Ini Pengalaman Wartawan Kriminal (2)

Sabtu, 19 September 2020 | 11:19 WIB
Ternyata, penemuan mayat terpotong 13 itu bukan kasus mutilasi pertama di Indonesia.
Nelson Siahaan (kiri) Diapari Sibatangkayu (kanan) -- kolase foto Nur Terbit
Photo :
  • vstory

Nelson Siahaan (kiri) Diapari Sibatangkayu (kanan) -- kolase foto Nur Terbit

"Saat itu saya menghadapi kardus berisi mayat yang disebut terpotong 13 itu bersama dokter Munim yang ahli forensik dan polisi. Hingga dirangkai di kamar jenazah RSCM, saya ikut menyaksikan," kata Nelson, dengan posisi terakhir Redaktur Pelaksana (Redpel) koran Harian Pos Kota.

Sekadar informasi, dokter Mun'im -- lengkapnya dr Abdul Mun'im Idries, Sp.F pakar forensik terkemuka Indonesia -- pernah menerbutkan buku dengan judul "Indonesia X-File" Mengkap Pembunuhan Misterius, Dari Bung Karno Hingga Munir.

Banyak cerita yang kami gali, kata Nelson, tapi hasilnya nol untuk mengidentifikasi siapa mayat itu. Ternyata, penemuan mayat terpotong 13 itu bukan kasus mutilasi pertama di Indonesia.

"Wah.....awak masih SMA, abang udah berteman sama dokter Mun'im, pakar forensik....hehe. Ok teima kasih bang infonya. Berarti bukan pertama ya, tapi belum terungkap," sambar Diapari Sibatangkayu, wartawan yang kini sudah krimonol alumin S2 Universitas Indonesia (UI).

Menurut Nelson Siahaan, di Kebayoran Jakarta Selatan, dulu ada seorang wanita tengah baya bahkan pernah memasak jadi sop orang yang dibunuh dan dimutilasinya. Lalu sop manusia itu dibagi-bagi kepada tetangganya. Dia dijuluki "Aminah Si Drakula".

Waaahhh....ini lebih gila dan sadis ya, bang.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

Berita Terkait :
Topik
Saksikan Juga
cf-analytic