Menulis, Bakat atau Kerja Keras?
Selasa, 7 Juli 2020 | 13:50 WIB

Menulis, Bakat atau Kerja Keras?

Setiap orang pada umumnya punya bakat yang sama untuk menulis
Photo by JESHOOTS.COM on Unsplash
Photo :
  • vstory

Photo by JESHOOTS.COM on Unsplash

VIVA – Di Indonesia, konon katanya orang yang membaca itu lebih sedikit daripada yang tidak membaca. Dari segolongan kecil orang yang membaca itu sebagian kecil saja yang mencoba menulis sesuatu.

Dari yang mencoba menulis sesuatu itu, yang menghasilkan karya tertulis hanya sebagian kecil saja. Dan dari yang mampu menghasilkan karya nyata, hanya sedikit yang karyanya best seller, silakan survei sendiri.

Gendeng … jadi penulis best seller itu ibarat kutu ditumpukan jerami, langka …

Apanya yang Salah coba …?

Padahal orang Indonesia ini kan paling doyan ngobrol, ngomong ngalor ngidul, ada aja bahannya. Coba kalau bahan obrolan itu direfleksikan menjadi satu bahan tulisan, bisa bertajuk opini, saran, atau tinjauan umum bisa jadi itu akan merubah budya kita menjadi masyarakat yang gemar membaca.

Barangkali karena budaya komunikasi lisan masih mendominasi dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia, banyak orang yang belum apa-apa dan belum pernah mencoba menulis sudah buru-buru berkata bahwa saya tidak bakat menulis.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

Topik