Ngunjung Buyut, Tradisi Mengunjungi Buyut di Pemakaman

Ngunjung Buyut, Tradisi Mengunjungi Buyut di Pemakaman

Selasa, 29 Oktober 2019 | 15:40 WIB
Membawa berbagai makanan dan buah-buahan ke kuburan.
foto karnaval tradisi ngunjung buyut
Photo :
  • vstory

foto karnaval tradisi ngunjung buyut

VIVA – Menurut bahasa Jawa yang saya pahami, bahwa kata ‘ngunjung’ adalah mengunjungi atau silaturahmi. Sedangkan ‘buyut’ adalah orang tua dari kakek nenek, atau bisa disebut nenek moyang atau sesepuh. Tentunya bukan sembarang buyut yang akan dikunjungi, tapi buyut yang punya historis terhadap daerah tertentu.

Tradisi Ngunjung Buyut bisa diartikan secara umum adalah sesuatu tradisi mengunjungi buyut di pemakaman dengan ritual doa. Tetapi doanya sudah diganti dengan berbahasa Arab dan ada tambahan perangkat khusus untuk menyempurnakan ritual tersebut. Misalnya dilakukan dengan cara berjemaah bersama dengan masyarakat sekitar dan membuat nasi tumpeng, ayam ingkung serta berbagai makanan dan buah-buahan dan dibawa ke kuburan.

Acara tersebut selalu diberi tambahan rangkaian hiburan dengan mengadakan keramaian tergantung sosio-historis awalnya. Misalkan hiburannya dengan pawai seperti karnaval atau menyewa suatu hiburan kesenian seperti sandiwara. Biaya tradisi pun dari swadaya suka rela masyarakat yang ingin melakukan ritual Tradisi Ngunjung Buyut.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.