Perjalanan Hidup Legenda Bulutangkis Indonesia, Maria Kristin Yulianti
Selasa, 19 November 2019 | 16:19 WIB

Perjalanan Hidup Legenda Bulutangkis Indonesia, Maria Kristin Yulianti

Ia harus pensiun akibat cedera.
Bulutangkis
Photo :
  • vstory

Bulutangkis

VIVA – Menjadi pemain bulutangkis yang dikenang memang bukanlah hal mudah. Ia harus kehilangan masa kecil yang menyenangkan. Ketika yang lain sedang bercanda dan bermain permainan yang membuat mereka merasa senang, ia harus bangun pagi untuk memulai pemanasan, lari dan yang lainnya.

Semua itu dia lakukan untuk sang ayah. Padahal awalnya dia membenci bulutangkis sebelum sang ayah memotivasinya. Tapi sekarang dia berhasil dikenal sebagai legenda tunggal putri Indonesia yang terakhir membawa medali perunggu di Olimpiade Beijing 2008. Anak itu bernama Maria Kristin Yulianti.

Lahir di Tuban, 25 Juni 1985, dia dikenal sebagai The Queen of Rubber Game karena selalu menang di olimpiade dengan rubber game?. Maria kecil pernah mengikuti audisi PB Djarum sebanyak 2 kali. Di audisi pertama dia gagal melangkah lebih lanjut karena badannya yang terlalu kecil. Namun Maria kecil tidak menyerah dan mencoba lagi. Sampai akhirnya Maria berhasil masuk PB Djarum.

Di PB Djarum, Maria dilatih lebih disiplin lagi. Hasil dari latihannya mulai terlihat setelah dia menjuarai beberapa turnamen nasional hingga di panggil Pelatnas. Di Pelatnas, ia sempat diperlakukan berbeda dibandingkan atlet lainnya. Tapi dia tidak putus asa. Akhirnya dia bisa membuktikan bahwa dia pantas untuk diandalkan ketika meraih emas di ajang Sea Games 2007 setelah mengalahkan Ardiyanti Firdasari di babak final.

Setelah kemenangan itu, Maria mulai mengikuti turnamen yang lebih tinggi lagi. Banyak gelar yang dia dapat walaupun tidak sebanyak Susi Susanti atau Mia Audina. Namun dia memang masih yang terbaik di zaman 2008 sampai sekarang.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

Topik